Tampilkan postingan dengan label friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friends. Tampilkan semua postingan

4.24.2011

Reuni Kecil

Sabtu pagi yang cerah, saya pergi mengunjungi rumah mba Nani. Jalanan Jakarta yang lengang membuat saya mampu menempuh jarak Fatmawati-Setu Babakan hanya dalam waktu 15 menit. Asik, kalau saja Jakarta seperti ini setiap hari. Ini kan long weekend, pasti para penghuni Jakarta yang sudah sibuk lelah dengan aktivitas kantor pergi berlibur dengan keluarga ke Puncak. Bisa saya bayangkan antrian jalan ke Puncak. Status TMC Polda pasti jalanan menuju puncak adalah padat merayap.

Yah, sudah lama saya tidak bertemu dengan mba Nani. Semenjak kepergiannya ke Jerman untuk menuntut ilmu. Padahal, dulu hampir tiap hari kami selalu bertemu karena kami teman satu lapangan peliputan.

Hwa, ternyata sampai di rumah mba Nani, saya harus menunggu karena mba Nani dengan pria perancisnya [mas emilio] pergi untuk berbelanja. Fiuh, untung hanya menunggu 15 menit di depan teras rumahnya. Tapi buat saya, 15 menit itu cukup lama karena panas, berdebu dan tidak ada pria ganteng satupun yang lewat atau nangkring di depan rumah Mba Nani. Well, lain kali kalau menyuruh saya menunggu, jangan lupa menyediakan pria ganteng tinggi dan berkulit putih. Setelah itu, pasti emilio bakal berkata, "Di Glodok atau Mangga dua banyak stok tuh cowok kaya gitu!"

Sekilas tentang mba Nani. Saya mengenalnya (lupa kapan persisnya) ketika saya masih di desk nasional. Saya kenal dengan dia karena kami pernah sama-sama meliput di gedung yang katanya rumah rakyat itu dan kementrian plat merah. Buat saya, dia adalah wartawan senior yang patut dikagumi. Semangat '45-nya harus ditiru oleh wartawan-wartawan muda saat ini. Buat saya, dia bukan hanya seorang teman dan sahabat. Tetapi dia seperti seorang kakak yang tidak pernah saya miliki ataupun seorang ibu yang sering mengomeli saya, "Cepat kawin phen! Kawin itu enak. Jangan ntar-ntar, keburu tua lo! Sana cari pacar!". Omelan yang sama dengan ibu kandung saya.

Saya ingat, ketika saya masih menjadi carep di salah satu koran ekonomi kami selalu pulang ke kantor bersama. Dengan menggunakan kopaja 502 dan angkutan M09 [tanah abang-kebayoran lama]. Maklum, karena kami sama-sama satu liputan dan satu grup [kantor yang berdekatan] membuat kami selalu pulang bersama. Dia adalah teman seperjuangan saya dalam menikmati macetnya kawasan tanah abang hingga palmerah. Masa di mana saya belum menggunakan motor dan masih mengandalkan transportasi umum.

"Phen, hari ini kita masak sop ya pake jamur, ayam dan telur puyuh," kata Mba Nani.

Hummm...nyummmy pasti terasa enak. Apalagi dengan kondisi perut lapar belum sarapan. hehehe... Telur puyuh dan jamur, sound is good. Saya sangat menyukai telur puyuh dan jamur. Di dapur miliknya, kami bercerita banyak. Mulai dari kisah saya hingga kisah dia ketika di Jerman. Alih-alih membantu mba Nani masak di dapur, saya justru ngemil telur puyuh matang yang seharusnya buat sop. Sementara mas emilio mengulek lombok, mba Nani meracik bumbu, saya hanya melihat dan mengganggu mereka [Dasar tamu yang tidak sopan!]. Wah, saya sungguh iri dengan kekompakan mba Nani dengan pria perancisnya. Kalau saya menikah, saya ingin seperti mereka.

Topik yang sama muncul kembali. "Phen, cepet kawin! cari pacar!," Tapiiii kali ini bukan mba Nani yang menyuruh saya untuk cepat-cepat menikah. Mas Emilio ikut-ikutan menyuruh saya untuk cepat-cepat menikah. "Menikah itu enak koq!" kata mas emilio. Sayapun menjawab, "Nanti kalau ada pria yang tepat mas. Pria yang gak repot, enak diajak sebagai partner,".

Kemudian, sop ala mba Nani sudah matang. Hummm...nyummmyyyy perut saya sudah lapar. Tapi dua makhluk lain yang saya tunggu belum muncul juga. Mereka adalah Nana dan Vega. Hari Sabtu [24/4] kami bertiga sepakat untuk berkunjung ke rumah Mba Nani. Ternyata mereka masih menunggu kereta. Karena menunggu mereka lama, kami bertiga pun (saya, mba Nani dan mas Emilio) makan duluan.

Tak lama kemudian, ternyata Nana dan Vega sudah di stasiun UI Depok. Saya dengan mas Emilio menjemput putri-putri ayu itu di stasiun. Saya membonceng vega sedangkan mas emilio membonceng Nana. "Wah, mestinya gw yang dibonceng ama emilio jadi kaya bapak dan anak," kata Vega. (Jadi maksudnya apa nih neng, kalo Nana dibonceng ama emilio???)

Akhirnya, kami berempat bisa berkumpul kembali. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak berkumpul seperti ini. Bahkan, saya juga jarang bertemu dengan nana atau vega. Dulu, kami berempat satu desk tapi saat ini kami berbeda desk. Kesibukan bekerja membuat kami sulit untuk menentukan kecocokan waktu untuk bertemu.
Saya sangat merindukan kebersamaan ini. Kamipun bercerita, bercanda dan saling meledek satu sama lain. Hahahaha...

Hingga suatu waktu mba Nani berceletuk, "Wah, kalian ini harus dipisah! Kalau ga gitu kalian bakal selamanya single. Masa bertiga sama-sama jomblo!,". Duh, gagasan yang cukup aneh sebenarnya. Apa hubungannya jomblo dengan pertemanan kami bertiga??

Di rumah, kami menonton dvd hingga gosip. Tak disangka ternyata vega selain update soal kilang migas, dia juga update soal gosip selebriti. Parahnya, ternyata vega tau jadwal Ariel Peter Pan muncul di salah satu acara di salah satu stasiun teve swasta. ck...ck...ck... salut buat neng Vega. Pembicaraan kamipun melebar soal KD hamil 4 bulan, kawin lari tommy kurniawan hingga kasus arumi bachsin. "Sudah cukup senin-Jumat membaca kontan online mba. Sabtu dan Minggu adalah gosip," kata Vega.
Bosan dengan tayangan telivisi, kami berjalan ke arah belakang rumah mba Nani. Kamipun berjalan kaki. Kemudian Nana membawa tas kecilnya yang berisi payung. Namun, ada sedikit konflik terkait dengan tas kecil itu.

"Lo bawa apaan sih Na?" kata Vega

"Payung, takut ntar kalau hujan!" jawab Nana.

"Duh, Payung aja. Sini gw bawa payungnya, ngapain pake tas. udah kaya debt collector aja!"

Hahahahaha ---> meski kemudian, Nana masih membawa tas debt collectornya.

"Eh, sekarang ***IB*** udah ga pake debt collector tapi pake santet," celetuk mba Nani.

"Hah, seriusan mba Nan?" ---> Bodohnya kami bertiga mempercayai cerita mba Nani.

"Iya, kan kemarin gw abis liputan itu. Jadi kalau lo ga bisa bayar langsung di santet,".

OMG!!

Di belakang rumah, ternyata sudah disulap menjadi danau dan ada jembatan. Padahal tadinya, itu adalah jalanan yang dipenuhi dengan sampah. Pemandangannya cukup bagus, kamipun mengambil foto di jembatan itu. Idih, Norak ya! Tapi gak apa-apa, hasil fotonya bagus koq, bisa dipajang di facebook. Lumayan buat ganti foto profil.
Awalnya, saya tak mau bergabung dengan Nana dan Vega untuk berfoto di atas jembatan. Melihatnya saja sudah ngeri! "Ga mau ah, Tuh lihat jembatannya goyang-goyang. Gw udah takut ketinggian, dibawahnya masih ada air. Gw kan ga bisa renang mba, kalau jembatannya putus gimana?" kata saya parno!

Namun, melihat mereka berdua asyik berfoto, sayapun ingin ikut juga! ---> dasar labil!Kamipun foto bertiga di jembatan itu meski saya dengan perasaan takut. Ketika saya mengambil foto sendiri, si abege labil alias vega dengan ulahnya menggoyang tali jembatan sehingga jembatan itu semakin bergoyang.

"Neng!!! awas lo! Eh, gw turun deh!" kata saya. Bukannya kasihan dengan rasa takut saya, neng Vegapun semakin menjadi menggoyang tali jembatannya. Duh, dasar abege labil.

Ga terasa, waktu sudah semakin sore. Neng Vegapun harus kembali ke Bogor. Kemudian, saya kembali mengantarnya ke stasiun UI depok. Selepas magrib, Saya bersama Nana, pulang ke arah Jakarta dengan motor. Mengantarkan nana ke kosannya di Kebon Sirih baru kembali pulang ke arah Fatmawati. Dalam perjalanan saya dari Kebon Sirih-Fatmawati, ketika di Senayan hujan (tidak deras juga tidak gerimis). Haduh, padahal tinggal bentar lagi! Alhasil, saya basah kuyup. Yah, meskipun saya basah kuyup kehujanan, saya sangat menikmati hari ini. Karena, basah kuyup kehujanan tidak sebanding dengan tawa yang saya dapatkan pada hari ini. Terima kasih ya Mba Nani dan Mas Emilio yang bersedia kami obrak abrik rumahnya. Terima kasih kepada Nana dan Vega yang bersedia meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama. Kapan nih ada kaya begini lagi????

3.28.2011

Apa kabar neng?

Hanya ingin menyapa salah seorang sahabatku. Sudah lama aku tidak mendengar kabarnya, smsan juga jarang, chatingan juga bisa dihitung dengan jari. Padahal dulu, hampir setiap hari kami bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

Pertama kali bertemu dengan dia, seingatku bukanlah pertemuan yang menyenangkan. Sebab, dia mengaku tidak suka dengan muka jutekku. Kesan pertamanya bertemu denganku adalah "Aku manusia jahat". Hahaha

Bukan salahnya jika memberi stigma negatif padaku. Dan ini sudah biasa terjadi. Bukan cuma dia, semua orang yang pertama kali mengenalku pasti mengatakan "aku jahat, aku sombong dan aku jutek".

Namun, seiring perjalanan waktu, aku dengan dia semakin dekat. Karena, kami bertugas di pos yang sama. Dia baik hati dan tidak sombong sehingga kadang kala menjadi sasaran yang empuk untuk dikerjain. Hehe *maap ya neng, tapi aku kangen ngerjain kamu!!*

Tetapi, akhir-akhir ini aku agak khawatir dengan dia. Dia berbeda dengan yang aku kenal dulu. Dulu dia rame dan kocak, sekarang dia menjadi pendiam. Aku menyukainya yang dulu. Karena aku suka melihat tawa dan senyumnya. Sekarang, dia jarang sekali tersenyum. Kalaupun tersenyum ada sesuatu yang mengganjal.

Apakah kamu baik-baik saja? Aku berharap kamu baik-baik saja. Aku tahu kamu bisa bertahan. Aku tau kamu kuat meski terlihat lemah.

Jangan sedih ya neng. Masih banyak hal-hal lain di dunia ini yang membuatmu menjadi bahagia. Kuncinya jangan pernah lelah untuk mencari kebahagiaan dan jangan pernah menyerah kepada keadaan. Bahagia atau sedih adalah suatu pilihan.

3.18.2011

Neng jutek, Neng Oneng dan Neng Labil: Menghibur sahabat

"Neng, uda dapat kabar soal itu?" tanya neng oneng.

"Udah, kira-kira dia udah tau belum ya? Gak tega mau kasih tau," jawab neng jutek.

"Iya, gimana ya keadaan dia? pasti dia sedih. Kapan-kapan kita jalan bertiga, kita nonton bareng lagi yuks!" kata neng oneng.

"Okay, kita atur waktu aja," kata neng jutek.

Percakapan itu muncul ketika mereka berdua terli
bat dalam perjalanan dinas luar kota bersama. Mereka sama-sama mendapat kabar yang tidak mengenakkan yang berkaitan dengan neng labil.

"Neng, gimana kalau lo tidur di tempat gue malam ini. Dia pasti sedih, kita hibur dia yuks," kata neng oneng.

"Lihat nanti ya neng. Gue capek banget, tapi gue juga pengen tau kondisinya," kata neng jutek ragu.

Akhirnya malam itu, alih-alih naik Damri jurusan Lebak Bulus, neng jutek ikut neng oneng untuk mengambil rute Damri Gambir. Neng jutek memutuskan untuk menginap di kos neng oneng dan neng labil. Meski capek, namun rasa khawatir neng jutek kepada neng labil membuat neng jutek berubah pikiran.

"Hai neng, dimana?" tanya neng jutek kepada neng labil lewat sambungan telepon.

"Gue lagi di jalan mau pulang. Gimana Aceh?"

"Haha... kita udah balik lagi di Jakarta neng. Gue sekarang lagi di Damri mau ke Gambir. Ini, **** gak berani pulang sendiri jadi gue temenin deh. Malam ini gue nginep tempat lo ya?"

"Enak aja," samber neng oneng yang namanya dibicarakan di telepon.

"Iya-iya.. hahaha...gue sekalian mau cerita sesuatu. Kalau udah di kos, kabarin gw ya,"

"sippp"

click, sambungan teleponpun ditutup

***

Tiba di kosan, neng jutek dan neng oneng segera menuju kamar neng labil. Setelah berganti baju dan membereskan kamar, mereka bertigapun terlibat dalam percakapan. Awalnya neng labil bukan bercerita kabar buruk itu. Ia menceritakan bagaimana hari pertama di desk kerjanya yang baru.

"Ah, asyik lo dipindah ke energi. Gue uda di energi, ntar kita suruh dia aja roling. Jadi kita ketemu lagi dilapangan," kata neng jutek sembari menunjuk neng oneng.

Selain topik pekerjaan, neng labil menceritakan pria baru yang mencoba memasuki hatinya. Sayang, neng labil tidak menyukai pria baru itu. Neng jutek dan Neng labilpun sabar menunggu hingga ke topik itu. Secara perlahan, akhirnya neng labil menceritakan kabar buruk itu. Neng Jutek dan Neng onengpun mendengarkan dengan seksama cerita buruk tersebut. Meski raut mukanya tidak terpancarkan kesedihan, entah bagaimana dengan hatinya.

"Lo yakin gak papa?"

"Iya gue gak pa-pa,"

Neng jutek yakin saat ini neng labil sedang gundah dan sedih. Neng jutek merasa, neng labil terlalu singkat untuk menceritakan kabar buruk itu. Ini aneh dari biasanya, karena biasanya neng labil selalu bersemangat dan ceria dengan topik tersebut. Kali ini, seolah neng labil sudah menyerah dengan topik tersebut. Bahkan, setelah itu neng labil tidak membicarakan lebih lanjut soal kabar buruk itu.

Namun, neng jutek sedikit lega karena neng labil masih bisa tertawa dan bersemangat. "Ah, syukurlah ini cuma rasa khawatir yang berlebihan," syukur neng jutek dalam hati.

***

Esok harinya, neng jutek dan neng labil pergi bersama sementara mungkin neng oneng masih melakukan ritual sleeping beauty. Neng jutek pulang ke kosan sedangkan neng labil pergi ke tempat liputan.

"Neng, lo gak ganti celana," kata neng labil melihat neng jutek yang akan pulang masih memakai piyama, pinjaman dari neng labil dan membawa tas ransel serta menggunakan sepatu kets.

"Ah, gak pa-pa. Cuek aja, di dalam taksi gini lagian gue gak bawa celana panjang lagi,"

Neng labilpun tak hentinya menertawakan cara berpakaian neng jutek. Melihat neng labil tersenyum dan tertawa membuat neng jutek tak malu berpakaian seperti itu. Bahkan, mungkin neng jutek bakal berbuat sebodoh mungkin supaya neng labil tertawa dan melupakan kesedihan itu.

PS: neng labil, jangan hentikan langkahmu hanya karena dia. Lepaskanlah kesedihan itu supaya langkahmu menjadi ringan. Ingatlah, masih ada neng jutek dan neng oneng yang selalu di sampingmu. Percayalah, masih banyak kabar-kabar bahagia yang akan menunggumu. Tetap tersenyum dan bersemangat ya. Fighting!!!

2.25.2011

hobi baru, teman baru

12.47

Hei feni ini aku **** tmennya ****** yg suka ma suju ituloh

12.48

Hai..hai...apa kabar? Ini nomornya ya, aku simpan ya..hehe..thanks

12.49

Iya ini nope aku nyonya donghae he2x

12.50

Hehe...deuh, bagus kayaknya dipanggil nyonya donghae. Hayhay.. **ngarep.com** btw, suju ada fans club-nya? Kalo mau gabung gmn? Kapan ya mereka dtg ke indonesia?

12.55

Ada bnyk sih forumnya,tp yg ku inget itu namanya sujunesia tp aku g gabung d'situ,susah dftrnya mlhan aku gabungnya forum suju internasionalnya d'sj-world.net,wah britanya msh simpang siur ttg suju mw dtng k'indonesia,jd lom bs d'pastiin feni

13.01

Oke..oke..ntar coba daftar. Hehe.
.iya sedih deh, masa singapur ama malaysia doang yg dikunjungi. Dan di ss3, mereka ke vietnam tp ga mampir ke indo..hiks

13.03

Iya feni dah lma bngt elf indo pngn sj dtng k'sini dr pas super show 2 tp ya gtu blm ada jdwl undangan k'indo katanya mrk

(Beberapa jam kemudian)

21.31

Feni lg ngapain dirimu ? Btw udh brp acara reality show suju yg kmu nonton ?

21.30

Baru nyampe kosan abis liputan. Mau nge-twet ke accounya donghae...Hehe..cuma dikit reality show mereka, aku brsan donload intimates notes, ama forcesight. Trus mystery six msh proses donload. Hehe..belum sempat donload lainnya..

21.37

Ciee ngetweet accountnya yayang hae
ehb dah nonton lom feni,kpn2x beli aja d'lapak bajakan,tp klo aku biasanya pesen lwt ol shop

21.42

Belum nonton. Kalo online shop itu bajakan atau asli. Yah, biasanya sih sambil kerja sambil donload. Ga sempet belinya neng..**sok sibuk** biasanya kalo libur, aku tidur seharian. Hehe..capek sih. Iya nih ngetweet tp ga pernah dpt tweet balik dr donghae. Haha..gmn ya crnya biar dpt tweet balik. Eh, tp itu kan twitternya dia ya? Btw, **** suka ama siapa? Kyuhun ama donghae ya?

22.00

T'gantung biasanya ol shop ngasih keterangan d'catatan klo mrk copy dr original dvd kyk sushow 1 dan 2 aku belinya copy ori feni,tp kebanyakan bajakan jg feni he2x
aku sukanya ma leeteuk kyuhyun ma donghae,tp klo bs d'bilang aku ngeliat p'tama kali members suju ya aku sukanya ma s'oppa s'leader suju

22.01

Aku sih suka donghae, kyuhun ama heechul. Tp abis lihat intimates notes, sungmin lucu juga ya..hehe.tp plg suka abang donghae.Awalnya suka ama siwon. Krn cuma dia yg bisa aku kenali wajahnya diantara yg lain. Bth wkt dua hr buat hafal nama ama mukanya. Krn wkt itu ga bisa bedain mereka mulai 2005 ama yg skg. Hehe..

22.08

Aku jg feni bth wkt 3 hari bwat tau nama n mukanya mrk,tp yg familiar aku liat d'suju yaitu eeteuk scr dia leader gtu loh,trus wajah k'dua yg paling familiar itu hae bknnya apa2x tmen2x elfku kebanyakan sukanya ma hae

22.08
Hae? Maksudnya donghae? Hehe...iyah dia emang manis wajar kalo bnyk yg suka. Apalg jago ngedance ga kalah ama shin dong atau eunhyuk..berdoaa smoga mereka konser di ina..

22.15

Iya dia panggilannya hae/fishy,trus dia jg pny nama brt namanya aiden,itu ksh pas acara reality full house,ju2r aja aku lom nonton full house ampe skrg

22.37

aku pernah baca sih nama aiden itu, kan katanya dia yg milih nama itu sendiri..

22.44

Wah bru tau aku dia pilih nama aiden bwat nama brtnya he2x

22.42

Aku lupa baca dimn. Tp kalo aiden itu, dia yg kasih nama sendiri. Trus dia malah bilang kalo nanti punya anak bakal dikasih nama sky..gw lupa tp ada empat nama dan slh satunya nama anjing dia yg skg..

22.48

Iya nama anjingnya dia bada artinya laut/pantai aku lupa

22.47

Iya bada namanya..hehe. Aih, donghae masa anaknya dikasih namanya sama kaya anjing. Kalo leeteuk sih ga terlalu tahu selain dia leadernya dan dia deket kan ama hae. Bahkan bokapnya hae sempet nitip hae ama leeteuk kan.

22.53

Iya sblm bokapnya hae meninggal dia nitipin hae k' eeteuk makanya hae dkt ma eeteuk oppa,trus eeteuk oppa satu kmr ma hae

22.51

Iyah..eetuk juga baik ama semua org. Pas kalo jd leader. Ga kaya heechul yg kayaknya suka egois. Hehe

22.59

Iya heechul itu suka b'ubah2x mood kdng2x jutek tp sbnrnya dia baik dan ramah jg kok mlh cenderung unik dan t'liat feminim,tp akhir2x ini ichul oppa gayanya dah b'ubah jd lbh tampan dan maskulin

22.58

Iyah. Kalo itu ak setuju, suka ama gaya dia yg skg. ak maklum knp heechul kaya gitu krn dia cancer. ak kan cancer. Dan cancer itu emang moody bgt. Eh, kpn2 ketemu yuks..kalo ga sibuk. Hehe

22.59

Blh feni plngan weekend qta ketemuan he2x

23.01

Iyah, aku juga paling bisa weekend. Klo hr kerja, jadwl liputan ga jelas soalnya. Hehe..oke2, ntar kabar2in lagi ya..nice to see u..

23.05

Nice to meet you to mrs. Aiden lee

2.24.2011

Neng Jutek, Neng Oneng dan Neng Labil: Ngerumpi ngalor ngidul

Huray, jam deadline telah lewat. Saatnya menyantap makan malam setelah seharian bekerja.

"Neng, makan yuks! Udah lama kan kita ga makan bareng, ngerumpi bareng mumpung gw di sini," kata neng jutek

"Ayuks, mau nyobain Mcd Sarinah ga? kan gerainya baru," jawab neng oneng.

"Boleh gpp, lo sms neng labil deh. Abis sms gw ga dijawab," kata neng jutek.

15 menit kemudian (setelah neng Jutek dapat telp dari si bos)

"Neng Labil mau tapi masih di DPR, di atas jam 7 malam katanya," kata neng oneng.

"ouh, ya udah. Ini masih jam 6, ntar aja berangkatnya" kata neng jutek sambil melanjutkan nonton SKKS dan facebookan.

Jam 19.30 (neng jutek dan neng oneng segera meluncur ke Sarinah)

"Wah, keren ya tempatnya. Betah kalau nongkrong lama di sini," kata neng jutek sambil mencari tempat duduk. Neng jutek mengambil tempat duduk yang bersofa dan dekat dengan jendela.

"Iya, sebenarnya enak KFC sih tp kan tempatnya yang kurang nyaman," celetuk neng oneng.

"Yawda, gw pesen dulu. Lo mau pesen apa?" tawar neng jutek.

"yang biasa aja neng," jawab neng oneng.

10 menit kemudian neng jutek datang sambil membawa pesanan makanan.

"User namenya Mcd, Passnya cheeseburger," kata neng jutek memberi tahu kepada neng oneng yang sedang mencoba sambungan wifi.

"ga bisa neng," kata neng oneng.

"sini gw coba dulu," kata neng jutek dan kemudian memang tidak berhasil.

15 menit kemudian neng labil datang.

"hay neng, duduk dulu, trus pesen makan sana," kata neng jutek.

"iya, gw tadi dari dpr belum makan. gw pesen dulu ya," kata neng labil.

10 menit kemudian neng labil datang sambil membawa makanan.

"Gimana pekerjaan, lancar neng?" tanya neng jutek kepada neng labil

"alhamdulillah lancar neng," kata neng labil.

"Wah, ini koq sayap semua ayamnya," lanjut neng labil.

"Iya sayap semua, abis ini kita bertiga bisa terbang," celetuk neng jutek.

neng jutek, neng oneng dan neng labil bertemu ketika sama-sama menjadi kuli tinta yang ngepos di plat merah. Kini, ketiganya sudah berpencar-pencar hanya neng oneng yang masih bertahan di plat merah. Dulu, setiap hari mereka bisa bertemu. Kini, hanya waktu senggang mereka bisa ngerumpi bersama.

Bahan rumpianpun cukup banyak sekali. Mulai dari narasumber, topik berita, urusan kantor, urusan asmara, kelakuan kolega yang menyebalkan hingga hal-hal yang tidak penting seperti anang dan syahrini atau krisdayanti dan raul.

Rabu, 24 Februari 2011 mereka bertiga mencoba gerai baru Mcdonald's di Sarinah. Banyak topik yang kita bicarakan saat itu salah satunya adalah surat anak nurdin halid yang ramai beredar di dunia maya. Surat yang isinya membela Nurdin Halid malah berbalik mendapat respon negatif dari masyarakat.

"Kalau gw bilang itu yang nulis sinting," cela neng jutek.

"haha...enggak banget deh," kata neng oneng.

"Bagian ini nih: saya adalah anak perempuan satu-satunya (bla..bla..bla..) menunjukkan kalau ayah saya itu kuat. Apa hubungannya coba?" kata neng labil

"Kalau gw yang bagian: vivanews, anteve dan tvone adalah media independen. Ih, enggak banget padahal jelas banget tvone kepentingannya supaya ical maju di 2014. Belum lagi dengan yang ini nih: kalau bapak saya koruptor tidak mungkin banyak tamu yang hadir di pernikahan saya. Deuh, justru karena bapaknya koruptor banyak yang kasih setoran ama dia," cela neng jutek.

"padahal tinggal turun aja ya, kalau misalnya dia bener. Kan enak, ngurus cucu di rumah," timpal neng oneng.

"tapi kan belum tau neng itu asli yang nulis anaknya atau bukan. bisa aja hoax, tp kalau emang bener anaknya kebangetan deh," kata neng labil.

"siapapun yang nulis, buat gw dia sinting dan ga ada empati. Ketika masyarakat mengeluh harga naik, kemiskinan eh dia malah cerita pernikahannya yang mewah dan megah," cela neng jutek. (semoga aja pernikahannya langgeng, kalo cerai mubadzir uang Rp 5 miliar buat biaya nikah--kata neng jutek dalam hati)

topik kemudian berganti

"neng, lo kenapa koq sekarang hijrah ke asia timur?" tanya neng labil

"hahaha...karena gw suka aja, habis mereka keren sih," kata neng jutek.

"Seleranya ganti neng. Katanya dia suka yang sipit-sipit" ujar neng labil tanpa tahu bahwa di depan dan belakang ketiganya adalah pengunjung etnis tionghoa yang bermata sipit.

"Tapi kan mereka kaya manekin," protes neng labil.

"Tadi kan ada bule cakep, pas gw bilang: neng itu ada bule cakep eh malah dia bilang suka ama cowok yang kalo ketawa matanya merem. Padahal gw kan jarang-jarang bilang bule cakep," kata neng oneng.

"terus dia bilang: gw kan sukanya yang sipit neng sekarang. Kaya gitu udah ga demen lagi. Padahal kan neng, si bule itu tinggal ditarik matanya kan jadi sipit," lanjut neng oneng.

"Haha, iya gw suka yang matanya sipit-sipit dan berkulit putih," kata neng jutek.

topik kemudian berganti

"tadi gw wawancara ama orang polda pas di acaranya bea cukai. tadinya sih ga wawancara tapi orangnya bilang sendiri soal pembobolan bank mandiri yang nilainya sampai Rp 18 miliar," kata neng labil.

"loh koq bisa, gimana caranya?" tanya neng jutek.

"Iya orang dalam terlibat, karyawati. Katanya sih karyawati ini ngobatin anaknya ke paranormal. dan mungkin karena paranormal ini tau kalau dia pegawai bank mandiri jadi dimanfaatkan. uangnya nanti bagi hasil," kata neng labil

"ouh, yah kalo sakit ngapain ke paranormal tapi ke dokter atau rumah sakit," kata neng jutek.

"eh, tapi pas polisinya balik ke polda, kan ada yang wawancara, keterangannya beda lagi. Masa katanya si karyawati ini diancam kalau suaminya bakal mati pake cara-cara paranormal kalo ga mau nurut. Deuh, beda lagi. Makanya polisi itu ga bisa dipercaya," papar neng labil.

23.15

"Udah jam segini tapi jalanan masih rame. Ampun deh jakarta ini, emang hari ini hujan ya koq jam segini masih rame!" gerutu neng jutek.

"Di dpr tadi sih ga hujan," kata neng labil.

"Udah malam, pulang yuks, besok kan harus kerja lagi," kata neng oneng.

"yuks!"

PS: banyak yang jadi bahan rumpian tapi tidak bisa dipost satu persatu karena menyangkut kepentingan orang banyak. hehehe

-Diberi nama neng jutek karena paling pedas komentarnya, blak-blakan dan terus terang. Hanya berusaha untuk jujur dan tidak menjadi munafik.

-Neng oneng bukan karena dia oneng. Malah si eneng yang satu ini cukup pandai. Hanya saja terlalu lugu dan baik sehingga kadang secara tidak sengaja seperti oneng.

-Paling muda diantara bertiga dan sifatnya yang paling labil. Namun, meski paling muda, kadang neng labil juga bisa bersikap dewasa. **Walaupun kebanyakan labilnya**